Senin, Agustus 09 2010Menjelang umurnya ke 18bulan, Iva baru 2x di gundulin habis. Padahal rambutnya tipis dan susah numbuh.
Sayangnya menjelang pernikahan ade sepupu suami, gue sudah di wanti-wanti untuk tidak mencukur rambut Iva padahal gue berniat botakin Iva sesering mungkin supaya rambutnya tumbuh lebih baik. Alhasil dengan adanya pesan tersebut menghalangi rencana gue hiks.
Setelah pernikahan selesai, gue berniat segera mungkin botakin Iva lagi. Minta suami untuk anterin ke salon susah banget euy. Akhirnya tanpa rencana, saat pagi hari setelah Iva lemee gue langsung berniat cukur rambu Iva sendiri.
Atas dasar pengalaman sebelumnya yang gatot, gue merasa lebih pede saat itu. Sayangnya cukuran belum selesai, jarum jam menunjukkan saatnya gue berangkat kerja atau gue akan telat. Akhirnya mau nga mau, gue berhenti mencukur. Alhamdulillahnya asisten yang pp, bu Wati menawarkan diri untuk meneruskan mencukur rambut Iva yang tentu saja gue sambut dengan suka cita.
Jadilah Iva gue tinggal pergi kerja dengan hasil cukuran yang masih berantakan hehhe. Pulang kantor, gue liat Iva sudah licin gundul dan malah terlihat lebih cantik. Rupanya Iva di cukur bu Wati nangis akhirnya dilanjutkan dengan mba Yuni dan Alhamdulillah bagus. Jadilah cukuran Iva tersebut kolaborasi antara gue, bu Wati dan mba Yuni.
Hasilnya???? Not bad lah :p...
Ket foto: Wajah baru Iva
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT